Selasa, 18 November 2008

makna dari simbol jenang abang dan jenang putih

Java land thick with many cultures, especially the terasanya influence of culture hindhu I notabene old conviction for the public to be bred before the inclusion of the influence of Islam and other religions.

Many of the symbolic javanese "wong jowo", the one that we often see, that is, the door jamb white brother. Namely rice porridge with two colors, white with red and taste delicious with a sweet taste. Red color arising from natural palm sugar that mixed. More than just "haturan" or "sajen" if the person it says, in a symbol is stored in the very meaning.

Usually when we observed, and the proportion penyajiannya way I have a certain way, the white pulp with a little portion placed on the number of red pulp more. Many "wong jowo" which just joined or "obedient" way, and without know its meaning. Or simply to complement an event?

The pulp is actually red symbolizes WOMEN someone who has been the symbol of the birth and that is our MOTHER, in which time we dikandung blood ibulah who support us during the nine months and when we are born a ibulah struggle with the full pain, struggle, bringing us exist in the world. Pulp and white are the men, the symbol for BAPAK human sculpture that has been in the mother's womb.

Dicampurnya porridge with red and white means that the people themselves, the symbol of honor and BAPAK to the IBU. Apart from a symbol, and should and must do for us perhormatan to our parents.

indonesia:
Tanah Jawa kental dengan banyak kebudayaan, terutama masih terasanya pengaruh dari budaya hindhu yg notabene lama menjadi anutan bagi masyarakat jawa sebelum masuknya pengaruh islam dan agama lainnya.

Dari banyak simbolis "wong jowo" itu, ada satu yang sering kita lihat, yakni jenang abang jenang putih. Yaitu bubur beras dengan dua warna, putih dengan rasa gurih dan merah dengan rasa manis. Warna merah timbul dari warna alami gula aren yang dicampurkannya. Lebih dari sekedar "haturan" atau "sajen" kalau orang jawa bilang, dalam lambang tersebut tersimpan suatu makna yang sangat dalam.

Biasanya kalau kita amati, proporsi dan cara penyajiannya mempunya i cara tertentu, bubur putih dengan porsi sedikit diletakkan di atas bubur merah yang jumlahnya lebih banyak. Banyak "wong jowo" yang hanya sekedar ikut atau "manut" cara tersebut, tanpa tahu maknanya. Atau sekedar untuk pelengkap suatu acara ???

Bubur merah sebenarnya merupakan lambang PEREMPUAN lambang seseorang yang telah mengandung dan melahirkan kita yaitu IBU, dimana waktu kita dikandung darah ibulah yang menghidupi kita selama sembilan bulan dan saat kita lahir seorang ibulah yang berjuang dengan penuh kesakitan, perjuangan, mengantar kita eksis di dunia. Sedang bubur putih melambangkan LAKI-LAKI, lambang untuk BAPAK yang telah mengukir manusia dalam rahim sang ibu.

Dengan dicampurnya bubur merah dan putih berarti melambangkan manusia itu sendiri, lambang dari penghormatan kepada BAPAK dan IBU. Terlepas dari suatu lambang tersebut, memang harus dan wajib bagi kita melakukan perhormatan kepada orang tua kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

comment